Salah satu alat yang digunakan dalam olah raga Jemparingan (panahan tradisional) yaitu Gendewo (busur panah tradisional bow)
Kendeng adalah tali busur
Cengkolah adalah bagian dari gendewo yang biasanya terbuat dari kayu terdiri dari pegangan tangan dan cerukan pada cengkolak tempat jemparing (anak panah) diletakan
Lar adalah seperti sayap yang terbuat dari bambu bisanya dari bambu petung
Saya penulis pribadi mulai tertarik dengan panahan adalah di usia saya sekitar 20 tahun. Semenjak itu saya mencari tahu informasi dan ilmu tentang panahan serba serbinya juga. Singkat cerita setelah memiliki pendapatan dan bekerja sendiri dan bekerja di wilayah Yogyakarta. Pada suatu waktu melewati tempat lapang dan terdapat orang sedang berlatih Jemparingan. Ketika itu juga melihat dengan antusia. Beberapa kali melihat akhirnya memberikan diri untuk mendaftar belajar Jemparingan.
Berikut tips dan trik yang saya dapatkan ketika belajar Jemparingan. Tips dan trik dibawah ini buka merupakan sebuah urutan.
Pertama, Tidak selalu Anda menarik kendeng (tali busur) dengan sekuat tenanga secukupnya sesuai jarak yang dituju yaitu bandul (target dalam jemparingan)
Kedua, Setiap jemparing (anak panah) memiliki karakter atau keadaan kondisi masing-masing sehingga tidak selalu diarahkan ke badul agar menamcap di bandul
Ketiga, Arahkan bedor (ujung besi anak panah / point) ke target sesuai dengan karakter anak panah
Empat, Tempelkan tangan kanan pada bagian wajah, setiap orang beda-beda dalam meletakkannya diwajah. Ada yang meletakkan di depan bibir, menempel di bibir ada di pipi, dll.
Lima, Siku tangan kiri lulur dan di simpan agar tidak terkena kendeng (tali busur). Kalau kena bisa lebam merah dan lecet berdarah loh berdasar pengalaman sih
Enam, Siki tangan kanan diusahakan lurus
Tujuh, Posisi badan tegap
Segitu tips dan trik yang penulis ingat ketika belajar Jemparingan semoga bermanfaat